By Unknown | At Senin, Maret 07, 2011 | Label : | 0 Comments
Diriwayatkan oleh Abdurrazzak, Abdullah bin Humaid, Ibnu Jarir, Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim, dan Abu Al Syaikh dari Qatadah ra: ia berkata, "dahulu pernah umat islam memaki-maki berhala milik orang-orang kafir. Karena itu, merekapun menghina/mencela Allah 'Azza Wajalla. Maka Allah SWT menurunkan ayat "Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa ilmu pengetahuan... ". (QS. Al An'am [6]: 108)
Riwayat itu menjelaskan Asbabun Nuzul, penyebab turunnya ayat tersebut. Dengan tegas, umat Islam dilarang mencela bebatuan yang disembah kaum musyrikin, sebab itu akan menimbulkan kemarahan mereka. Mereka pasti akan membela tuhan-tuhannya yang mereka yakini sepenuh hati sebagai tuhan-tuhan yang berkuasa memberi manfaat pada mereka dan menolak mudarat dari mereka. Jika mereka murka, mereka akan balik menghina Tuhannya umat Islam, yakni Allah SWT. Jika keyakinan mereka – bahwa penyembahannya terhadap berhala-berhala itu hanya untuk mendekatkan mereka kepada allah dengan sedekat-dekatnya – itu benar, mereka tidak akan berani memaki Allah sebagai balas dendam terhadap orang-orang yang memaki sembahan-sembahan mereka. Dengan cara seperti itu, terlihat jelas bahwa Allah yang maha agung dan maha luhur – bagi umat Islam – dianggap lebih kecil dan lebih rendah oleh kaum musyrikin dibanding dengan batu-batu yang mereka sembah itu.
Riwayat itu menjelaskan Asbabun Nuzul, penyebab turunnya ayat tersebut. Dengan tegas, umat Islam dilarang mencela bebatuan yang disembah kaum musyrikin, sebab itu akan menimbulkan kemarahan mereka. Mereka pasti akan membela tuhan-tuhannya yang mereka yakini sepenuh hati sebagai tuhan-tuhan yang berkuasa memberi manfaat pada mereka dan menolak mudarat dari mereka. Jika mereka murka, mereka akan balik menghina Tuhannya umat Islam, yakni Allah SWT. Jika keyakinan mereka – bahwa penyembahannya terhadap berhala-berhala itu hanya untuk mendekatkan mereka kepada allah dengan sedekat-dekatnya – itu benar, mereka tidak akan berani memaki Allah sebagai balas dendam terhadap orang-orang yang memaki sembahan-sembahan mereka. Dengan cara seperti itu, terlihat jelas bahwa Allah yang maha agung dan maha luhur – bagi umat Islam – dianggap lebih kecil dan lebih rendah oleh kaum musyrikin dibanding dengan batu-batu yang mereka sembah itu.